EPISTEMOLOGI
Bpk. CAROLUS SUHARYANTO
Tgl 18 September 2014
PENGANTAR
- Epistemologi, (dari bahasa Yunani episteme
(pengetahuan) dan logos (kata/pembicaraan/ilmu) adalah cabang filsafat yang
berkaitan dengan asal, sifat, karakter dan jenis pengetahuan. Topik
ini termasuk salah satu yang paling sering diperdebatkan dan dibahas dalam
bidang filsafat, misalnya tentang apa itu pengetahuan, bagaimana
karakteristiknya, macamnya, serta hubungannya dengan kebenaran dan
keyakinan.
- Epistemologi atau Teori Pengetahuan yang berhubungan dengan hakikat dari ilmu pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh setiap manusia. Pengetahuan tersebut diperoleh manusia melalui akal dan panca indera dengan berbagai metode, diantaranya; metode induktif, metode deduktif, metode positivisme, metode kontemplatis dan metode dialektis.
Metode-metode
untuk memperoleh pengetahuan :
a.
Empirisme
Empirisme
adalah suatu cara/metode dalam filsafat yang mendasarkan cara memperoleh
pengetahuan dengan melalui pengalaman. John Locke, bapak empirisme Britania,
mengatakan bahwa pada waktu manusia di lahirkan akalnya merupakan jenis catatan
yang kosong (tabula rasa),dan di dalam buku catatan itulah dicatat
pengalaman-pengalaman inderawi. Menurut Locke, seluruh sisa pengetahuan kita
diperoleh dengan jalan menggunakan serta memperbandingkan ide-ide yang
diperoleh dari penginderaan serta refleksi yang pertama-pertama dan sederhana
tersebut.
Ia
memandang akal sebagai sejenis tempat penampungan,yang secara pasif menerima
hasil-hasil penginderaan tersebut. Ini berarti semua pengetahuan kita betapapun
rumitnya dapat dilacak kembali sampai kepada pengalaman-pengalaman inderawi
yang pertama-tama, yang dapat diibaratkan sebagai atom-atom yang menyusun
objek-objek material. Apa yang tidak dapat atau tidak perlu di lacak kembali
secara demikian itu bukanlah pengetahuan, atau setidak-tidaknya bukanlah
pengetahuan mengenai hal-hal yang factual.
b.
Rasionalisme
Rasionalisme
berpendirian bahwa sumber pengetahuan terletak pada akal. Bukan karena
rasionalisme mengingkari nilai pengalaman, melainkan pengalaman paling-paling
dipandang sebagai sejenis perangsang bagi pikiran. Para penganut rasionalisme
yakin bahwa kebenaran dan kesesatan terletak di dalam ide kita, dan bukannya di
dalam diri barang sesuatu. Jika kebenaran mengandung makna mempunyai ide yang
sesuai dengan atau menunjuk kepada kenyataan, maka kebenaran hanya dapat ada di
dalam pikiran kita dan hanya dapat diperoleh dengan akal budi saja.
c.
Fenomenalisme
Bapak
Fenomenalisme adalah Immanuel Kant. Kant membuat uraian tentang pengalaman.
Barang sesuatu sebagaimana terdapat dalam dirinya sendiri merangsang alat
inderawi kita dan diterima oleh akal kita dalam bentuk-bentuk pengalaman dan
disusun secara sistematis dengan jalan penalaran. Karena itu kita tidak pernah
mempunyai pengetahuan tentang barang sesuatu seperti keadaannya sendiri,
melainkan hanya tentang sesuatu seperti yang menampak kepada kita, artinya,
pengetahuan tentang gejala (Phenomenon).
Bagi
Kant para penganut empirisme benar bila berpendapat bahwa semua pengetahuan
didasarkan pada pengalaman-meskipun benar hanya untuk sebagian. Tetapi para
penganut rasionalisme juga benar, karena akal memaksakan bentuk-bentuknya
sendiri terhadap barang sesuatu serta pengalaman.
Epistemologi
- Epistemologi
adalah teori tentang pengetahuan / theory of knowledge (arti
sederhana)
- Epistemologi
adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari secara kritis tentang sumber,
struktur, dan kebenaran pengetahuan
- Epistemologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari secara kritis, normatif dan evaluatif mengenai proses bagaimana pengetahuan itu diperoleh oleh manusia
Sifat
epistemology
- Secara
kritisàmempertanyakan/menguji cara kerja,pendekatan,
kesimpulan yang ditarik dlm kegiatan kognitif manusia
- Secara
normatif àmenentukan tolok ukur/norma penalaran tentang
kebenaran pengetahuan
- Secara evaluatif à menilai apakah suatu keyakinan,pendapat suatu teori pengetahuan dapat dipertanggungjawabkan dan dijamin kebenarannya secara logis dan akurat
Dasar
dan sumber Pengetahuan
- pengalaman manusia
- ingatan (memory)
- Penegasan tentang apa yang diobservasi ( kesaksian )
- Minat dan rasa ingin tahu
- Pikiran dan penalaran
- Logikaà berpikir tepat dan logis
- Bahasaà ekspresi pemikiran manusia
melalui ujaran / tulisan
- Kebutuhan
hidup manusia à mendorong terciptanya iptek
Struktur ilmu
pengetahuan
- Adanya 2 kutub yaitu
- A.
kesadaran / subjek ( S ) à berperan sebagai yang menyadari
/ mengetahui
- B.
objek (O) à berperan sebagai yang disadari / diketahui
- Hubungan
antara S dan O menghasilkan
pengetahuan
Teori kebenaran dlm
ilmu pengetahuan
- Teori kebenaran korespondensi
Kebenaran akan terjadi apabila
subjek yakin bahwa objek sesuai dengan
kenyataannya
Sifat kebenaran korespondensi:
subyektif
Contoh: Saya melihat mobil berwarna
hijau dan kenyataannya mobil itu memang berwarna hijau.
- Teori kebenaran koherensi
Kebenaran akan terjadi apabila ada
kesesuaian pendapat dari beberapa subjek terhadap objek
Sifat kebenaran koherensi: objektif
Contoh: Beberapa dokter merasa yakin
dan benar bahwa penyakit pasien itu disebabkan
keracunan makanan.
- Teori kebenaran pragmatic
Kebenaran akan terjadi apabila sesuatu
memiliki kegunaannya
Contoh : AC berguna untuk mendinginkan
suhu ruangan.
- Teori kebenaran consensus
Kebenaran konsensus akan terjadi
apabila ada kesepakatan yang disertai
alasan tertentu
Contoh : beberapa dokter yang menangani
Bapak Gubernur sepakat bahwa ia (pasien) harus dioperasi secepatnya karena
penyakit usus buntunya sudah parah.
- Teori kebenaran semantik
Kebenaran semantik akan terjadi
apabila orang mengetahui dengan tepat tentang arti suatu kata
Contoh : Saya dapat memahami dengan
benar dan tepat tulisan di Jurnal Wacana mengenai hubungan masyarakat dengan
lingkungan sosial budaya.
Kegiatan ilmiah
•
Pada
sebuah riset (penelitian ) terdapat hubungan antara metodolgi, rasionalitas
(kreativitas) dengan epistemology.
Kesimpulan
•
Sifat
Epistemologi : kritis,normatif dan evaluatif dapat melekat pada proses kegiatan
kognitif ilmuwan, tolok ukur kebenaran (sesuai teori kebenaran) yang
dipertanggungjawab-kan secara logis pada IP & kegiatan ilmiah.

5 komentar:
Hai Lina, blog mu menarik sekali nih. Desain nya bagus dan isi nya berbobot. Skor buat mu 85 ya. Keep up the good work!
bagus ada gambar nya juga walaupun 1. aku ksh nilai nya 88 ya suhu
bagus biksuni blognya sistematis banget hahaha terlihat rapi. 87 ya :)
bagus biksuni ada gambarnya juga,nilainya 88 yaaa
hai biksuniii :D
bagus nihh blognyaaa, rapi rapi :p
tapi aku ada saran, untuk bagian arsip blog, warna fontnya kayaknya perlu diganti :D
88 ya buat biksuniii :D
Posting Komentar