Rangkuman Pengantar Filsafat

Rabu, 24 September 2014

Pengantar Filsafat

Sumber : Buku Pembelajaran Filsafat Untuk Perkuliahan KBK Blok Filsafat Fakultas Psikologi UNTAR - 2014 

Cabang-Cabang Filsafat  :
I. Filsafat Tentang Pengentahuan :
1. Epistemologi à Pengetahuan dari kata bahasa Yunani Episteme dan Logia. Tentang kemungkinan pengetahuan, batas-batas pengentahuan, asal dan jenis-jenis pengetahuan.

Dalam diskusi tantang proses pengatahuan ada 2 aliran falsafi yaitu rasionalisme (ratio) à pengetahuan berasal dari akal budi sumber utama dan emperisme (empeiria) pengetahuan berasal dari pengalaman indrawi.

2. Logika ( LOGIKOS – Yunani ) berhubungan dengan pengetahuan, berhubungan dengan bahasa. Secara singkat Logika menyeidiki kesahatan cara berpikir, aturan-aturan mana yang harus dihormati supaya pernyataan-pernyataan kita sah dan diterima.

3. Kritik Ilmu-ilmu -> 3 kelompok : 1. Ilmu-ilmu formal
                                                                      2. Ilmu-ilmu emperis (ilmu alam, ilmu hayat)
                                                                      3. Ilmu-ilmu Hermeneutis (seperti sejarah, ekonomi)

II. Filsafat tentang Keseluruhan Kenyataan :
  1. Metafiika Umum ( ONTOLOGI ) -> menyelidiki seluruh kenyataan.
  2. Metafisika Khusus -> dibagi menjadi 3 : i. Teologi -> menyelidiki tentang apa yang dikatakan Tuhan,terlepas dari agama dah wahyu. ii. Antropologi -> berbicara tentang : manusia, ttempatnya dalam kosmos, hubungannya dengan dunia, dengan sesama dan dengan Transendensi  (Keberadaan atau pengalaman melampaui tingkat normal atau fisik). iii.Kosmologi -> Yunani : Cosmos atau sifat alam berbicara tentang dunia.

III. Filsafat Tentang Tindakan : terbagi dua
  1. Etika atau disebut filsafat moral (Yunani Etos = adat) -> berbicara tentang praksis manusiawi atau tentang tindakan, cara bertindak tempat tinggal, kebiasaan. Etika dibedakan dalam Etika Deskriptif = gejala kesadaran moral dari norma-norma dan konsep-konsep etis. Etika Normatif = berbicara tentang apa yang sebenarnya harus merupakan tindakan kita dan norma-norma dinilai serta sikap manusia ditentukan.
  2. Estetika : bahasa Yunani Aisthesis -> berbicara tentang keindahan. Juga dibedakan dalam Estetika Deskriptif : gejala-gejala pengalaman keindahan. Dan Estika Normatif : mencari dasar pengalaman.

Pembagian filsafat secara sistematis yang didasarkan pada sistematika yang berlaku didalam kurikulum akademis :
  1. Metafisika (filsafat tentang hal yang ada)
  2. Epistemologi (teori pengetahuan)
  3. Metodologi (teori tentang metode)
  4. Logika (teori tentang penyimpulan)
  5. Etika (filsafat tentang pertimbangan nilai)
  6. Estetika (filsafat tentang keindahan)
  7. Sejarah filsafat(awal mula filsafat)

Panorama Sejarah Perkembangan Filsafat :
Di India à Filsuf dan Sastrawannya yang terkenal -> Rabindranath Tagore ( 1861 – 1941 )

Filsafat di India terbagi 5 jaman Periode Besar :

  1. Jaman Weda ( 2000-600 SM ) à masa-masa terbentuknya : Lireratus Suci, rite korban dan spekulasi mengenai korban dan masa refleksi filsafat dalam Upanisad ( filsafat paling penting, ajaran tentang hubungan Atman dan Brahman.
  2. Jaman Skeptisisme (200 SM – 300 M ) à Reaksi terhadap ritualisme dan spekulasi ; Buddhisme dan Jainisme. Terbentuk 6 sekolah ortodoks “Saddharsana”.
  3. Jaman Puranis ( 300-1200 ) à dikuasi Teologis (mengenai inkarnasi para dewa – Mahabharta dan Ramayana) dan perkembangan karya mitologis (Hubungan antara Siwa dan Wisnu)
  4. Jaman Muslim (1200-1757) à 2 pengarang sya’ir Kabir (perkembangan suatu agama Universal), Guru nanak (pendiri aliran Sikh = mencoba menyelaraskan Islam dan Hinduisme).
  5. Jaman Modern (Pengaruh Inggris di India setelah 1757) à tokoh terpenting : Raja Mohan Roy (1772-1833). Vivekananda (1863-1902). Gandhi (1869-1948). Rabindranath Tagero (1861-1941). Radhkrishnan (1988-1975).

Di China à Tema pokok “perikemanusiaan” lebih Antroposentris dan Pragmatis.

Fisafat China terbagi 4 jaman periode besar  :

  1. Jaman Klasik (600-200 M) -> sekolah-sekolah penting masa itu :

-        Konfusianisme hidup 551 dan 497 SM : mengajarkan Tao (jalan sebagai prinsip utama dari kenyataan) adalah jalan manusia.

-        Taoisme (hidup 550 SM ) : mengajarkan bukan jalan manusia melainkan jalan alam-lah yang merupakan Tao.

-        Yin-Yang -> “Yin” : Prinsip Pasif (simbolkan kematian dan yang untuk dingin) ketenangan, surga, bulan, air dan perempuan. “Yang” prinsip aktif (symbol untuk hidup dan yang panas) gerak, bumi, matahari, api dan laki-laki.

-        Moisme (500 dan 400 SM) : Filsafat Moisme sangata pragmatis -> mengajarkan cinta universal, kemakmuran untuk semua orang dan berjuang bersama-sama memusnakan kejahatan

-        Ming Chia : menganalisa istilah-istilah dan perkataan-perkataan,penting dengan analisa dan kritik. Ming Chia dapat dibandingkan dengan alira Sofisme Yunani. Dalam aliran ini terdapat khayalan tentang hal-hal seperti : eksistensi, kausalitas, ruang dan waktu.

  1. Jaman Neo-taoisme dan Buddhisme (200-1000 M) -> Tao dibandingkan dengan Buddhisme yaitu : “transendensi di seberang segala nama dan konsep”, di seberang adanya’
  2. Jaman Neo-konfusianisme = konfusianisme klasik (1000-1900) -> tahun 1000 M menjadi ajaran filsafat terpenting
  3. Jaman Modern (setelah 1900) mulai tahun 1990 filsafat Barat paling popular pragmatis. Sejak 1950 filsafat cina dikuasai pemikiran Marx, Lenin dan Mai Tse Tung. 3 tema terpenting : Harmoni, Toleransi dan Perikemanusiaan.

Di Barat à dibedakan menjadi 4 jaman periode besar yaitu : i. Jaman Kuno (600 SM-400 M) ; ii. Jaman Patristik dan Skolastik (400 M-1500 M) ; iii. Jaman Modern (1500 M-1800 M) dan iv. Jaman Sekarang (setelah ± 1800 M).

  1. Jaman Kuno (600 SM – 400 M) :

1. Permulaan -> sejarah filsafat barat mulai dari Milete, Asia kecil sekitar tahun 600 SM. Beberapa tokoh di dalamnya : Thales (± 600 SM) ; Anaximander (± 610-540 SM) ; Anaximenes (± 585-525 SM). Sebelum itu sudah ada para filsuf antara lain : Phytagoras (500 SM) merupakan orang pertama yang menamai dirinya Filsuf ; Herakleitos (± 500 SM) ; Parmenides (515-440 SM).

2. Puncak jaman klasik -> dicapai oleh Sokrates (± 470-400 SM), Plato (428-348 SM) adalah murid Sokrates, dan Aristoteles (384-322 SM) pendidik Iskandar agung juga murid Plato yang bertentangan dalam banyak hal dengan gurunya.

3. Hellenisme -> Iskandar Agung mendirikan kerajaan, dari Barat sampai Yunani dan Mesir. Kebudayaan Yunani yang membanjiri kerajaan ini desebut Hellenisme berasal dari kata Hellas. 3 aliran filsafat yang paling menonjol :
          - Stoisisme : diajarkan oleh a.l.zeno dari Kition (333-262 SM) -> Etika, manusia akan bahagia jika tbertindak sesuai dengan akal budi.
          - Epikurisme : diajarkan oleh Epikuros (341-270 SM) juga tentang Etika, manusia harus mencari kesenangan sedapat mungkin asal baik dan sekedarnya,
          - Neo-platonisme : diajarkan Plotinos (205-270 SM) bahwa seluruh kenyataan merupakan suatu proses :emanasi” yang beraal dari Yang Esa dan kembali ke Yang Esa.

  1. Jaman Patristik dan Skolastik (400 M-1500 M) -> lebih dikuasi filsafat kristiani mencapai 2 periode emas yaitu : 1. Jaman Patristik : dari kata Latin “Prates” = bapa-bapa gereja terbagi 2 yaitu : Patristik Yunani (Patristik Timur) dan Patristik Latin (Patristik Barat) 2. Jaman Skolastik, sekitar tahun 1000 : dari kata Latin Scolasticus = guru. Menghasilkan filsuf-filsuf penting dari pemikiran Aristoteles melalui filsuf Islam dan Yahudi.
  2. Jaman Modern (1500 M-1800 M) terbagi dalam periode :

1.Renesanse (jaman kelahiran kembali) : antara abad pertengahan dan jaman modern, sekitar tahun 1400-1600. Sejak itulah manusia dianggap sebagai titik focus dari kenyataan. 2. Jaman Barok : Rene Descrates (1596-1650) ; B Spinoza (1632-1677) dan G.Leibniz (1646-1710) menekankan akal budi (rasio) manusia serta menyusun system filsafat dengan menggunakan metode matematika 3. Fajar Budi = Jaman Pencerahan  dalam bahasa Inggris : Enlightenment, Jerman : Aufklärung. Tokoh besar : J.Locke ( 1632-1704) ; G.Berkeley ( 1684-1753). Di Prancis J.J. Rousseau (1712-1778) dan Jerman Immanuel Kant (1724-1804) yang menciptakan sintase dari rasionalisme dan empirisme.  4. Romantik : Filsuf besar berasal dari Jerman yaitu J.Fichet (1762-1814) ; F.Schelling (1775-1854) dan G.Hegel (1770-1831) disebut dengan filsuf Idealisme = memprioritaskan ide-ide.

  1. Jaman Sekarang (setelah ± 1800 M) : abad 17-18 3 aliran besar yang bertahan : Rasionalisme, Empirisme dan Idealisme. Aliran-alirang yang paling berpengaruh pada jaman ini :
  1. Positivisme : Filsuf A. Comte (1798-1857) -> pemikiran : setiap manusia, ilmu dan suku bangsa manusia melalui 3 tahap : teologis, metafisis dan positif-ilmiah
  2. Marxisme : mengajarkan sebagai “material dialektis” bahwa kenyataannya kita akhirnya hanya terdiri dari materi yang berkembang melalui suatu proses dialektis. Tokohnya -> K.Marx (1818-1833) & F.Engels (1820-1895).
  3. Eksistensialisme (abad ke-19) tokohnya : S.Kiekegaard (1813-1855) dan F.Nietzche (1844-1900). Esensi seseorang ditentukan selama eksistensinya di dunia ini.
  4. Fenomenologi : lebih ke suatu metode falsafi daripada suatu ajaran. Metode ini berasal dari  E.Husserl (1859-1838) kemudian dikembangkan oleh M.Scheler (1874-1928) dan M.Merleau Ponty (1908-1961) memperkenalkan gejala-gejala dengan menggunakan intuisi.
  5. Pragmatis : filsafat yang lahir di Amerika tahun 1900. Tokoh : Ch.S. Peirce (1839-1914), W. James (1842-1920) dan J. Dewey (1859-1914). Mengajarkan bahwa ide-ide tidak benar ataupun salah melainkan ide-ide dijadikan benar atau suatu tindakan tertentu. Pragmatis tidak pertanyakan “apa itu?” melainkan “apa gunanya?” atau “untuk apa”’
  6. Neo-Kantianisme dan Neo-Tomisme : Berkembang di Jerman, dianggap epistemology dan kritik imlu pengetahuan E. Cassirer (1874-1945), H. Rickert (1863-1936) dan H. Vainhinger (1852-1933).
  7. Aliran-aliran paling baru : Pada sekarang ini terdapat dua aliran filsafat yang mempunyai peranan besar, tetapi belum dianggap sebagai aliran yang membuat sejarah, karena mereka masih terlalu baru.Kedua aliran ini yaitu filsafat analitis aliran terpenting di Inggris dan Amerika Serikat sejak sekitar tahun 1950 à  dengan analisa bahasa dan konsep-konsep, sangat dipengaruhi oleh L. Wittgenstein (1889-1951). dan strukturalisme berkembang di Perancis sejak tahun 1960. Strukturalisme menyelidiki patterns (pola-pola dasar yang tetap) dalam bahasa, agama, system ekonomis dan politik, dan alam karya kesusateraan à Cl. Lèvi-Strauss, J. Lacan dan M. Foucault.

2 komentar:

aditya mengatakan...

bagus banget biksuni,penulisan nya rapih sekaliiii 88 nilainya yaaa

Cardinsa Gemelli S mengatakan...

Hai Biksuni! blognya bagus dan sangat informatif. Nilainya 85 ya! :)

Entri Populer