Pertemuan I, tgl 15 September 2014

Kamis, 18 September 2014


Apakah Filsafat Itu?

Perkembangan ilmu, secara khusus ilmu pengetahuan tidak bisa dipisahkan dari filsafat. Bahkan dikatakan bahwa filsafat adalah induk dari pada segala ilmu.



Dalam ilmu psikologi, secara biografi tokoh-tokoh psikologi bahkan pendiri psikologi (psikologi berdiri sendiri) juga merupakan seorang filsuf karena dulunya psikologi sebelum berdiri sendiri sebagai ilmu berlindung dalam ilmu filsafat. Bahkan ilmu filsafat banyak melahirkan begitu banyak cabang-cabang ilmu antara ilmu eksata, ilmu-ilmu social yang berkembang terlebih dahulu.

Hal-hal yang akan dibahas :

  1. Pengertian dan Defenisi Filsafat
  2. Asal Mula Filsafat
  3. Sifat Dasar Filsafat
  4. Peranan Filsafat
  5. Kegunaan Filsafat
Pengertian dan Defenisi Filsafat
Etimologi ‘filsafat’: dalam bahasa Yunani ‘φιλοσοφια’ (philosophia), kata majemuk dari φιλοσ (philos) artinya kekasih/sahabat, dan σοφια (sophia) artinya kebijaksanaan/kearifan/pengetahuan. Secara harafiah philosophia berarti mencintai kebijaksanaan/sahabat pengetahuan atau mencintai pengetahuan.
Dengan mengenal kata mencintai sahabat, dengan mempelajari filsafat berarti membuat kita menyukai pengetahuan secara otoamtis membuat kita mencitai filsafat. Dengan kata lain berarti filsafat mempunyai manfaat dan nilai penting jadi membuat kita untuk mempelajarinya.

Beberapa defenisi filsafat :

w  Filsuf Pra-Sokratik: Filsafat adalah ilmu yang berupaya memahami hakikat (arkhe/asal mula) alam dan realitas dengan mengandalkan akal budi -> Terkait dengan upaya-upaya dalam memahami asal mula alam serta realitas-realitas yang ada, untuk mendapatkannya pengetahuan tentang alam dan realitas yang ada dengan mengandalkan akal budi, tidak mengandalkan hal yang lain seperti mistik dan lainnya tetapi berdasarka akal budi dan logis.
w  Plato: Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berusaha meraih kebenaran asli dan murni -> Mempelajari filsafat dengan munculnya fenomena-fenomena tertentu mencari untuk mencari fenomena yang asli,hakiki dan murni, kebenaran yang sejati
w  Aristoteles: Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang senantiasa mencari prinsip dan penyebab realitas yang ada -> Segala sesuatu yang ada pasti ada penyebabnya dan filsafsat bisa membawa kita mencari penyebabnya
w  Rene Descartes, Filsuf Prancis: Filsafat adalah himpunan dari segala pengetahuan yang pangkal penyelidikannya ialah Tuhan, alam dan manusia -> yang diselidiki tentang Tuhan, alam dan manusia.
w  William James, filsuf Amerika: Filsafat adalah suatu upaya luar biasa hebat untuk berpikir yang jelas dan terang. -> filsafat membantu kita berpikir secara terang menderang dan jelas. Filsafat mampu menuntun kita apapun realitas-realitas yang ada lebih jelas lagi.


Asal Mula Filsafat :

I.                Empat Hal yang Melahirkan Filsafat:

w  Kekaguman/Keheranan (thaumasia) w  Ketidakpuasan
w  Hasrat bertanya
w  Keraguan (aporia)

Kekaguman/Keheranan

w  Aristoteles (Metafisika): Karena kekaguman manusia mulai berfilsafat.
w  Kekaguman punya dua hal penting: ada yang kagum dan sesuatu yang mengagumkan.
w  Subjek kekaguman: manusia, Objeknya: segala sesuatu yang ada.
w  I. Kant: kagum dengan bintang di langit dan hukum moral dalam hatinya (coelum stellatum supra me, lex moralis intra me)

Ketidakpuasan:

w  Sebelum filsafat lahir, mitos berperanan besar->Dalam perkembangan manusia rasio mengalahkan mitos
w  Keterangan mitos tidak memuaskan manusia.
w  Ratio meninggalkan mitos, dan lahirlah filsafat yang mencakup seluruh ilmu pengetahuan.

Hasrat Bertanya:

w  Kekaguman melahirkan pertanyaan tak kunjung habis.
w  Pertanyaan membuat manusia melakukan pengamatan.
w  Pertanyaan mengarah pada dasar dan hakikatnya, yang menjadi ciri khas filsafat.

Keraguan (aporia):

w  Manusia bertanya karena masih meragukan kebenaran dari apa yang diketahuinya.
w  Keraguan merangsang manusia untuk selalu bertanya, yang kemudian menggiring manusia berfilsafat.
Sifat Dasar Filsafat

w  Berpikir radikal: berpikir mendalam utk mencapai akar permasalahan dan memperjelas realitas.
w  Mencari asas: berupaya menemukan asas paling hakiki dr segala sesuatu.
w  Memburu kebenaran: bisa dipersoalkan kembali demi meraih kebenaran yang lebih pasti.
w  Mencari kejelasan: utk menghilangkan keraguan, guna meraih kejelasan intelektual (Geisler, Feinberg).
w  Berpikir rasional : dengan ciri-ciri logis, sistematis dan kritis.
Peranan Filsafat

w  Pendobrak: Filsafat mendobrak pintu tradisi yang sakral dan tak bisa diganggu gugat.
w  Pembebas: Filsafat membebaskan manusia dari cara pikir mitis dan mistis.
w  Pembimbing: Filsafat membimbing manusia berpikir secara sistematis dan logis.
Kegunaan Filsafat

w  Bagi ilmu pengetahuan: Filsafat sebagai induk ilmu pengetahuan (mater scientiarum) telah melahirkan, merawat dan mendewasakan ilmu pengetahuan.
w  Bagi kehidupan praktis: filsafat membantu manusia memahami apa arti, misalnya, nilai keindahan dalam arsitektur.
2. KELAHIRAN FILSAFAT YUNANI

Asal usul kata ‘filsafat’ dan ‘filsuf’
w  Asal kata ‘filsafat’ dan ‘filsuf’: bhs Yunani ‘philosophia’ dan ‘philosophos’ yang berarti ‘pecinta kebijaksanaan’.
w  Menurut tradisi kata itu pertama kali digunakan oleh Pythagoras (abad 6 SM).
w  Dialog Plato Phaidros: Orang bijaksana cocok untuk Dewa, sementara untuk manusia lebih cocok ‘pecinta kebijaksanaan’, karena pemilik kebijaksanaan melampaui kemampuan insani.
Faktor-faktor yang mempengaruhi lahirnya filsafat

Tiga faktor mempersiapkan lahirnya filsafat:
  1. Keberadaan mitologi: melalui mitos manusia mencari keterangan ttg asal usul alam semesta dan kejadian dunia. Ada mitos kosmogonis (asal usul alam) dan mitos kosmologis (sifat kejadian alam semesta)
  2. Kesusastraan Yunani berupa amsal, teka-teki, dongeng digunakan sebagai buku pendidikan rakyat. Rakyat gemar puisi yang punya nilai edukatif.
  3. Pengaruh ilmu pengetahuan dari Timur Kuno seperti Mesir dan Babilonia dalam astronomi, geometri.

Peranan ‘Logos’ dalam kelahiran filsafat

w  Mitologi Yunani berusaha menjawab persoalan alam semesta.
w  Sejak abad 6 SM orang mulai mencari jawaban rasional tentang alam semesta.
w  Logos (akal budi, rasio, tuturan, bahasa) mengganti Mythos.
w  Kelahiran filsafat merupakan pergumulan panjang antara mythos dan logos.
w  Contoh: Pelangi. Mythos berpendapat pelangi = dewi yang bertugas melayani dewa-dewa lain. Sementara Xenophanes dan Anaxagoras berkata pelangi = pantulan sinar matahari pada awan.
w  Filsafat lahir saat logos mengalahkan mythos. Namun, ‘filsafat’ dimaksud baik filsafat dan ilmu pengetahuan, krn ‘filsafat’ = pandangan rasional ttg segala-galanya.
w  Berangsur-angsur ilmu pengetahuan melepaskan diri dari ‘filsafat’, agar memperoleh otonomi.

Kaitan sifat bangsa Yunani dengan kelahiran filsafat

1. Segi geografis: Daratan Yunani terdiri dari pegunungan gundul, maka mereka berusaha merantau. Perantauan bukanlah daerah jajahan, dan bukan negara persatuan, tapi punya otonomi lengkap.
2. Segi sosial politik: Banga Yunani selalu merasa diri lain dari bangsa lain/asing (barbaros).

- Faktor penentu perbedaan bangsa Yunani dengan bgs lain ialah kemerdekaan, artinya orang Yunani tidak hidup di bawah pemerintahan dengan kuasa mutlak.
- Orang Yunani berlainan dengan banga asing, karena ia hidup dalam polis (= negara kecil, negara kota, rakyat yang hidup di dalamnya).

- Polis sbg lembaga politik: pusat segala aktivitas ekonomi, sosial, politik, religius, dengan ciri sebagai berikut : otonomi, swasembada, kemerdekaan politik.
- Polis sbg latar belakang timbulnya filsafat.

Tiga ciri polis yang menciptakan iklim kelahiran filsafat:
(a)   Dalam polis, logos mendapat kedudukan istimewa;
(b)   Suasana umum yang terbuka menandai kehidupan sosial di Yunani,
(c)   Pengorganisasian polis membuat semua warga sederajat: Tiap warga polis ambil bagian dalam urusan negara.
3. Segi kultural: bangsa pencipta filsafat dan ilmu pengetahuan, juga menghasilkan kesenian yang mengagumkan. Bahasa Yunani bisa mengungkapkan suatu rationalitas tertentu, cocok mengekspresikan pikiran dengan seksama dan jelas.
Sejarah filsafat Yunani dan kelahiran filsafat

w  Pemikiran Yunani merupakan batu bangunan untuk kultur modern. Tidak ada kultur modern tanpa peranan ilmu dan tekhnologi.
w  Pemikiran ilmiah adalah temuan Yunani.
w  Filsafat Yunani kuno punya posisi istimewa karena disitu ditemukan kelahiran filsafat. Belajar filsafat Yunani berarti menyaksikan kelahiran filsafat.
* Ilmu sejarah mengalami kesulitan terhadap filsafat Yunani kuno, karena kurangnya sumber tertulis pemikiran filsuf.  


5 komentar:

maginda mengatakan...

isi materinya mudah dipahami. ditunggu postingan selanjutnya ya, biksuni :)

Unknown mengatakan...

suhu blog nya bagus! isi nya juga lengkap. aku kasih nilai 88 ya

Anonim mengatakan...

keren biksuni hahaha enak dibacanya. 87 ya :)

Unknown mengatakan...

mudah dipahami dan lengkap banget nih, 89 deh ya

aditya mengatakan...

wahh bagus nihh,tingkatin ya bikuni , 88 nilainyaa

Entri Populer