PILKADA

Minggu, 21 September 2014


PRO KONTRA PILKADA LANGSUNG

Wacana agar kepala daerah dipilih oleh DPRD terus menuai pro-kontra. Sekarang ini, ada 321 kepala daerah yang dipilih langsung sedang menghadapi proses hukum. Masa depan pilkada langsung di Indonesia, kian dipertanyakan.

Secara jujur sampai saat ini saya hanya melakukan 2x pemilihan saja itu pun dalam tahap nasional yaitu presiden. Saat memilih yang pertama kali, tahun terakhir Presiden Soeharto terpilih kembali. Kalau tidak salah waktu itu pemiilihan presiden melalui MPR, jadi pemilihan secara tidak langsung.  Yang kedua kali saat itu calon kuat dari partai PDI-P dan PKB yang terpilih dari MRP adalah Gusdur, itupun kalau tidak salah ingat juga ^_^. Setelah dari ana saya sudah tidak pernah lagi memilih. Selain memang tidak mengerti harus memilih siapa dilain sisi kehidupan saya mempunyai profesi lain yaitu sebagai seorang samana (pelatih diri) dan berpindah tempat yang tidak ada kesempatan untuk pemilu. Untuk sekarang ini tidak memilih adalah sebuah pengalaman saja, menetapkan hati memilih satu orang ini tetapi setelah menang tidak sesuai dengan pandangan walau saya tahu tidak mungkin bisa sesuai dengan keinginan. Tetapi janji dan komitmen diawal yang harusnya menjadi pedoman untuk melaksanakan janji ke masyarakat. Apalagi ditambah sekarang begitu banyaknya pejabat-pejabat yang korupsi tidak tanggung-tanggung. Memang malu tidak ikut pemilu, tetapi akan lebih malu lagi kalau salah memilih dalam pemilu ^_^

Saya secara pribadi tidak mengerti sama sekali pemilihan langsung dan tidak langsung efek negative dan positifnya, sebab sejauh ini hanya melihat di tv-tv saja. Menurut saya mau pilihan langsung atau tidak langsung, mana pun dilaksanakan asalkan semua dilaksanakan dan dipatuhi sesuai dengan isi arti dan makna dalam Pancasila saya kira akan luarbiasa Indonesia dimasa depan. Semua harus kembali ke moral-etika masing-masing, tanggung jawab atas janji-janji saat ingin memulai memimpin orang banyak. Ingat ke Imam masing-masing, ingat akan efek jelek saat mulai keluar dari jalur. Walau dikatakan kita manusia tidak sempurna maka itulah kita belajar untuk menjadi sempurna, dalam kata, berpikir dan bertindak. Apapun yang dilaksanakan, maka laksanakan sesuai dengan kesepakatan bersama, janji bersama dan aturan-aturan serta system yang sudah dibuat maka semua pasti akan berjalan dengan baik.

Metode Fenomenalisme

Salam Bahagia

3 komentar:

Anonim mengatakan...

wahh jadi quote of the day nih hehehe tapi kalau untuk periode saat ini sepertinya ga akan salah pilih deh Biksuni. kan ada calon yang tepat hahaha aku kasih nilai 90 :D

Unknown mengatakan...

setuju banget deh sama kamu ! hahahahah
90 yaaaa

aditya mengatakan...

wah bagus pendapatnya ! nilainya 88 yaaa

Entri Populer