PRO KONTRA PILKADA LANGSUNG
Wacana agar kepala daerah dipilih
oleh DPRD terus menuai pro-kontra. Sekarang ini, ada 321 kepala daerah yang
dipilih langsung sedang menghadapi proses hukum. Masa depan pilkada langsung di
Indonesia, kian dipertanyakan.
Secara jujur
sampai saat ini saya hanya melakukan 2x pemilihan saja itu pun dalam tahap
nasional yaitu presiden. Saat memilih yang pertama kali, tahun terakhir
Presiden Soeharto terpilih kembali. Kalau tidak salah waktu itu pemiilihan
presiden melalui MPR, jadi pemilihan secara tidak langsung. Yang kedua kali saat itu calon kuat dari partai
PDI-P dan PKB yang terpilih dari MRP adalah Gusdur, itupun kalau tidak salah
ingat juga ^_^. Setelah dari ana saya sudah tidak pernah lagi memilih. Selain memang
tidak mengerti harus memilih siapa dilain sisi kehidupan saya mempunyai profesi
lain yaitu sebagai seorang samana (pelatih diri) dan berpindah tempat yang tidak
ada kesempatan untuk pemilu. Untuk sekarang ini tidak memilih adalah sebuah
pengalaman saja, menetapkan hati memilih satu orang ini tetapi setelah menang
tidak sesuai dengan pandangan walau saya tahu tidak mungkin bisa sesuai dengan
keinginan. Tetapi janji dan komitmen diawal yang harusnya menjadi pedoman untuk
melaksanakan janji ke masyarakat. Apalagi ditambah sekarang begitu banyaknya
pejabat-pejabat yang korupsi tidak tanggung-tanggung. Memang malu tidak ikut
pemilu, tetapi akan lebih malu lagi kalau salah memilih dalam pemilu ^_^
Saya secara pribadi tidak mengerti sama sekali
pemilihan langsung dan tidak langsung efek negative dan positifnya, sebab
sejauh ini hanya melihat di tv-tv saja. Menurut saya mau pilihan langsung atau
tidak langsung, mana pun dilaksanakan asalkan semua dilaksanakan dan dipatuhi
sesuai dengan isi arti dan makna dalam Pancasila saya kira akan luarbiasa
Indonesia dimasa depan. Semua harus kembali ke moral-etika masing-masing,
tanggung jawab atas janji-janji saat ingin memulai memimpin orang banyak. Ingat
ke Imam masing-masing, ingat akan efek jelek saat mulai keluar dari jalur. Walau
dikatakan kita manusia tidak sempurna maka itulah kita belajar untuk menjadi
sempurna, dalam kata, berpikir dan bertindak. Apapun yang dilaksanakan, maka
laksanakan sesuai dengan kesepakatan bersama, janji bersama dan aturan-aturan
serta system yang sudah dibuat maka semua pasti akan berjalan dengan baik.
Metode Fenomenalisme
Salam Bahagia
3 komentar:
wahh jadi quote of the day nih hehehe tapi kalau untuk periode saat ini sepertinya ga akan salah pilih deh Biksuni. kan ada calon yang tepat hahaha aku kasih nilai 90 :D
setuju banget deh sama kamu ! hahahahah
90 yaaaa
wah bagus pendapatnya ! nilainya 88 yaaa
Posting Komentar